Seorang pemuda pengembara yang mencari ilmu,tibalah di suatu desa.
Dari kejauhan sudah terlihat satu rumah yang nampak damai,lingkungan yang tenang,udara sejuk maka kesanalah pemuda itu,karena terdengar berita bahwa pemilik rumah tersebut adalah seorang yang alim, menjadi sesepuh dan panutan bagi masyarakat disekitarnya.
Tak lama sesampainya di halaman rumah pemuda itu lagi-lagi menghela nafas merasakan ketentraman dan kenyamanan rumah tersebut,pemuda itu pun meneruskan langkahnya menuju pintu,sebelum dia mengucapkan salam terdengar suara dari dalam rumah,maka pemuda itupun menghentikan langkahnya dan mendengarkan seraya duduk di teras.
Seorang laki-laki sederhana perangainya kalem,namun suaranya tegas penuh arti...
Istriku ....maafkan aku jika selama ini aku belum bisa membahagiyakan mu,kadang menyakitimu,kurang memperhatikandan tak mampu mewujudkan impianmu.
Aku bukan malaikat yang hanya tunduk patuh dan taat pada Tuhannya
Aku manusia biasa seperti lainnya punya amarah,nafsu dan punya kemauan.
Aku bekerja sebatas kemampuanku sehingga terkadang tak mampu memenuhi harapan dan keinginanmu,kurang perhatian karena kesibukanku,waktuku tak bisa menjadi milikmu sepenuhnya.
sambil memeluk istrinya ...suami itu berkata lembut istriku maafkan aku.
Dengan bersandar di pundak suaminya istrinya pun berkata... Ayah (panggilan suaminya) maafkan saya juga yah...jika selama ini aku banyak menuntut,suka iri dengan tetangga,ingin selalu diperhatikan,ingin selalu di tunggui,selalu curiga,suka menggunjing dengan orang lain,dan tak mampu menjaga amanah mu.
Ayah maafkan aku...yang selalu mengabaikan dan tidak mentaati nasehat mu.
Sambil memeluk lebih erat..suaminya berkata istriku maafkanaku.....
Ayah maafkan aku,bimbinglah aku,aku mengabdikan hidupku untukmu.
Tak di sadari kedua mata suami istri itu berkaca-kaca meneteskan butiran air buah cinta kasih mereka.
Akhirnya pemuda itupun menuntut ilmu sampai beberapa tahun di situ.
fiksi
"Salam kaya hati"
Dari kejauhan sudah terlihat satu rumah yang nampak damai,lingkungan yang tenang,udara sejuk maka kesanalah pemuda itu,karena terdengar berita bahwa pemilik rumah tersebut adalah seorang yang alim, menjadi sesepuh dan panutan bagi masyarakat disekitarnya.
Tak lama sesampainya di halaman rumah pemuda itu lagi-lagi menghela nafas merasakan ketentraman dan kenyamanan rumah tersebut,pemuda itu pun meneruskan langkahnya menuju pintu,sebelum dia mengucapkan salam terdengar suara dari dalam rumah,maka pemuda itupun menghentikan langkahnya dan mendengarkan seraya duduk di teras.
Seorang laki-laki sederhana perangainya kalem,namun suaranya tegas penuh arti...
Istriku ....maafkan aku jika selama ini aku belum bisa membahagiyakan mu,kadang menyakitimu,kurang memperhatikandan tak mampu mewujudkan impianmu.
Aku bukan malaikat yang hanya tunduk patuh dan taat pada Tuhannya
Aku manusia biasa seperti lainnya punya amarah,nafsu dan punya kemauan.
Aku bekerja sebatas kemampuanku sehingga terkadang tak mampu memenuhi harapan dan keinginanmu,kurang perhatian karena kesibukanku,waktuku tak bisa menjadi milikmu sepenuhnya.
sambil memeluk istrinya ...suami itu berkata lembut istriku maafkan aku.
Dengan bersandar di pundak suaminya istrinya pun berkata... Ayah (panggilan suaminya) maafkan saya juga yah...jika selama ini aku banyak menuntut,suka iri dengan tetangga,ingin selalu diperhatikan,ingin selalu di tunggui,selalu curiga,suka menggunjing dengan orang lain,dan tak mampu menjaga amanah mu.
Ayah maafkan aku...yang selalu mengabaikan dan tidak mentaati nasehat mu.
Sambil memeluk lebih erat..suaminya berkata istriku maafkanaku.....
Ayah maafkan aku,bimbinglah aku,aku mengabdikan hidupku untukmu.
Tak di sadari kedua mata suami istri itu berkaca-kaca meneteskan butiran air buah cinta kasih mereka.
Akhirnya pemuda itupun menuntut ilmu sampai beberapa tahun di situ.
fiksi
"Salam kaya hati"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar